Selamat Jalan K Rahwini, Salah Satu Pentolan Aktivis NU Pasongsongan

MWCNU Pasongsongan

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Warga Nahdliyyin Pasongsongan kembali berduka atas meninggalnya salah satu pentolan aktivis NU Pasongsongan,  K Rahwini Farozi yang di Periode saat ini masih menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pasongsongan.

K Rahwini Farozi meninggal di kediamannya, Panaongan, Sabtu (25/12/21) sekitar pukul 08.00 WIB dan dikebumikan pada hari itu juga di pemakaman keluarganya, Galis, Panaongan.       

Ketua LDNU Pasongsongan itu menghembuskan nafas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep selama 8 hari dan 5 hari di Puskesmas Pasongsongan.

Merospon berita duka tersebut, segenap pengurus harian MWCNU Pasongsongan melalui platform WhatsApp mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya atas kepergian aktivis angkatan 90-an itu. Mereka berdoa agar almarhum husnul khatimah.

"Melihat pengabdiannya di NU, Insya Allah almarhum husnul khatimah. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan," tulis Ketua MWCNU Pasongsongan, K Ahmad Riyadi. 

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Suemenep, K Hosnan Mustafa yang juga merupakan famili terdekat menjelaskan tentang banyak hal yang bisa dicontoh dari sosok almarhum yang akrab disapa K Rahwini.

“K Rahwini adalah aktivis NU yang ketangguhannya sudah teruji di setiap masa. Bahkan, di masa orde baru, almarhum berani berseberangan dengan pemerintah. Misalnya, tentang penetapan Hari Raya Idul Fitri. Almarhum berani berhadap-hadapan dengan pemerintah Orde Baru,” terangnya.

Selain itu, Kiai Hosnan sapaan akrabnya menyebutkan bahwa almarhum adalah kader NU yang matang dalam berorganisasi. Terbukti, almarhum pernah diamanahi sebegai Ketua Ranting NU Panaongan I, Ketua LINU di Panaongan, Wakil Rais Ranting NU Panaongan I, A’wan MWCNU Pasongsongan, dan Ketua LDNU Pasongsongan di periode ini.

Dijelaskan pula, selain aktif di NU, almarhum juga sibuk sebagai guru ngaji dan guru di Madrasah Diniyah (MD) LP Ma’rif Pasongsongan.  

“Rekam jejak almarhum inilah yang akan menjadi bekalnya di akhirat,” pungkasnya.

 

Pewarta: Totok

Editor: Syarif Hidayatullah Fajar
Dokumen: MWCNU Pasongsongan

Posting Komentar

0 Komentar