Turba: MWCNU Pasongsongan Bentuk LINU di Tiga Ranting Selatan Gunung


Suasana Silaturahmi di PP. Nurul Huda, Lebbeng Timur (foto: Amir)

nuonlinepasongsongan.com - Untuk yang kesekian kalinya, Majelis Wakil Cabang Nahdlatu Ulama (MWCNU) Pasongsongan kembali melakukan turba (turun ke bawah) pada Senin (01/02/21). Hal itu dilakukan dalam rangkan pembentukan Lailatu Ijtima Nlahdlatul Ulama (LINU) di beberapa Ranting NU selatan gunung, di antaranya Lebbeng Timur, Prancak dan Montorna I.

Demi tercapainya tujuan turba tersebut, Ketua MWCNU Pasongsongan K. Ahmad Riyadi juga melakukan kosolidasi dengan beberapa kiai NU kultural di sana. 

"Ini sangat penting dilakukan demi terbentuknya LINU Ranting di selatan gunung," tegasnya. 

Hal senada juga diungkapkan K. Asyikurrahman bahwa kiai NU kultural adalah basis NU struktural, khususnya kepengurusan di tingkat Ranting. 

“Karena itulah, pesantran menjadi basis gerakan kita. Sebab pesantren merupakan lumbung kiai NU kultural yang tidak boleh kita nomor duakan,” tegas pendiri Gema (Generasi Masjid Alfalah) itu.   

Turba yang dimulai pukul 08:30 sampai 16-30 Wib, K. Yadi panggilan akrabnya juga didampingi oleh Wakil Ketua K. Asyikurrahman dan Wakil Bendahara K. Jamaluddin Johan.

Dalam kunjungannya ke Lebbeng Timur, K. Abd. Rahim selaku Rais Syuriah Ranting tersebut sangat apresiatif dengan agenda pembentukan LINU di Rantinya.

“Kumpulan LINU sangat penting dibentuk di setiap Ranting. Selain sebagai sarana memperkuat NU kultural, kumpulan LINU juga dapat membendung derasnya pemahaman keislaman yang tidak sesuai dengan faham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an Nahdliyah. Karena itu, saya akan membentuk kumpulan LINU di Lebbeng Timur,” jelas Pengasuh PP. Nurul Huda itu. 

Suasana Silaturahmi di PP. Al Azhar, Prancak (foto: Amir)


Hal senada juga ditegaskan oleh Pengasuh PP. Al Azhar K. Rifqi Khalil saat K. Yadi beserta rombongannya bersilaturahmi di kediamannya, Prancak. 

“Saya sanggup membentuk kumpulan LINU di Prancak dan Montorna,” tandas pengasuh PP. Al Azhar yang saat ini berada di jajaran Syuriah MWCNU Pasongsongan.

Bahkan, alumni PP. Lirboyo itu juga menyatakan kesiapannya memfasilitasi pergerakan NU di Prancak dan di Montorna.

“Pesantren saya ini siap menjadi pusat kegiatan NU, khususnya NU di selatan gunung,” tegasnya mengakhiri pertemuan.

Sebelum bertolak menuju Pasongsongan, K. Yadi dan rombongannya menyempatkan diri mengunjungi kiai muda yang progresif, K. Yussalam Muhammad, Lebbeng Barat. 

K. Yussalam yang saat ini berada di jajaran Ketua MWCNU Pasongsongan, dalam pembicaraannya  banyak menginspirasi pergerakan NU ke depan.   

“Sebagai wujud jam’iyah diniyah yang moderat, NU harus bisa merangkul semua kalangan. Dan, saya sangat optimis dengan pengurus saat ini,” pungkas kiai muda yang progresif itu.

Pewarta: Dayat

Editor: Aminullah

Posting Komentar

0 Komentar