Peringati Harlah ke-66, IPPNU Harus Perkuat Wawasan Keislaman dan Kebangsaan

Foto: Istimewa

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pasongsongan pada Jumat (05/03/21) pagi menggelar peringatan hari lahir (Harlah) IPPNU ke-66 yang dipusatkan di Aula Madrasah Aliyah (MA) Itmamunnajah, Pasongsongan.

Harlah yang mengusung tema "Kolaborasi Pelajar Merajut Persatuan Membangun Peradaban" dibuka dengan istighotsah yang dipimpin Wakil Ketua PAC Fatayat NU Pasongsongan, Ning Ifdoh.

Sementara itu, Ketua MWC NU Pasongsongan K. Ahmad Riyadi dalam penyampaian materinya menjelaskan, pelajar harus memperkuat wawasan keislaman dan kebangsaan. Sebab menurutnya, pelajar adalah penentu utama dalam membangun sebuah peradaban.

“Karena lemahnya wawasan keislaman dan kebangsaan, tidak sedikit remaja atau pelajar justru terjaring kelompok radikal, bahkan terlibat sebagai pelaku bom bunuh diri,” papar K. Ahmad Riyadi.

Karena itu, dirinya mengingatkan pentingnya seorang pelajar berguru kepada ulama atau guru yang silsilah keilmuan dan ke-NU-annya jelas.

“Salah memilih guru, akibatnya fatal. Bukannya membangun peradaban, melainkan justru akan menghancurkan peradaban dengan mempertentangkan perbedaan dan memupuk permusuhan,” tandas mantan aktivis PMII tersebut.

Menurunya, slogan hubbul wathan minal iman (mencintai tanah air, sebagian dari iman) merupakan bukti nyata bahwa sejak dulu ulama NU telah mengajarkan tentang cara berislam dan bernegara dengan benar.     

“Melihat kenyataan tersebut, sangat mustahil para kiai NU mengajari merakit bom, apalagi merongrong keutuhan NKRI ini. Justru sebaliknya, ulamu NU telah membentuk karakter bangsa ini, sehingga bangsa ini maju, “ pungkasnya.  

Harlah tersebut juga dihadiri Ketua PAC Fatayat NU Pasongsongan Farida, Ketua PAC IPNU Ahmad Junaidi, dan mantan Ketua PAC Fatayat Sholiha. (Atok el-Real/ MAF)

 

Posting Komentar

0 Komentar