Haul Muassis di Padangdangan, Kiai Fajar Ungkap Hal Penting yang Melatarbelakangi Berdirinya NU

NU Online Pasongsongan

Di Haul Muassis yang gelar Pengurus Ranting (PR) NU Padangdangan, K Ahmad Fajar Syiddiq mengingatkan hal penting yang melatarbelakangi berdirinya Nahdlatul Ulama.

“Lahirnya NU tidak lepas dari upaya mempertahankan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) saat terjadi arus pembaharuan di Arab Saudi,” ungkapnya, Sabtu (12/02/2022).

Paham Ahlussunnah, terang Wakil Rais Syuriyah MWCNU Pasongsongan itu, tidak aman di tanah kelahirannya sendiri sejak Abdul Aziz bin Saud menguasai Arab Saudi. Namun, ketika Komite Hijaz berhasil membebaskan Aswaja hidup sebagai paham yang bisa dianut, lanjut Kiai Fajar sapaan akrabnya, maka saat itu pula para ulama pesantren menganggap penting didirakannya sebuah wadah yang mampu membentengi paham tersebut.           

“Karena itu, Komite Hijaz yang menjadi embrio lahirnya NU tidak lain untuk menyelesaikan persoalan keagamaan global yang dihadapi umat Islam saat itu. Dan, hingga sampai saat ini, tugas NU tetap mempertahankan sebuah ajaran yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi SAW, meski harus dituding bid’ah. Misalnya, shalawatan, tahlilan, barzanjian, dan kebiasaan baik lainnya,” jelasnya.

Sedangkan peran NU dalam mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan, bagi Kiai Fajar, tidak dapat diragukan lagi.  

“Di setiap periodisasi sejerah Indonesia, peran dan perjuangan NU sangat nyata,” tegasnya. 

Sementara itu, haul muassi yang diselenggarakan dalam rangka memperingati harlah ke-99 NU, turut hadir Pengurus MWCNU Pasongsongan dan PR GP Ansor Padangdangan. Acara dipusatkan di Dusun Duwek Buter, Desa Padangdangan.

 

Pewarta: Totok

Editor: Amir  
Dokumen: MWCNU Pasongsongan

Posting Komentar

0 Komentar