Ketua NU Pasongsongan Ajak Warga Nahdliyin Perkokoh Tradisi Lama

NU Online Pasongsongan

Saat menyambut harlah yang diperingati Pengurus Ranting (PR) NU Rajun dan Campaka, K Ahmad Riyadi mengajak agar pengurus dan warga yang hadir dikesempatan tersebut mampu memperkokoh tradisi lama sebagaimana dicontohkan kiai NU terdahulu.

“Dalam upaya mempertahankan tradisi lama tersebut, kita memang tak jarang dibidah-bidahkan oleh beberapa pihak. Namun, inilah tantangan terkini yang harus kita hadapi dengan keberanian demi tegaknya Indonesia,” ungkapnya, Senin (07/02/2022), Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan. 

Indonesia tegak hingga sampai saat ini, menurut Ketua MWCNU Pasongsongan itu, karena NU bisa meruwat dan merawat tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman Wali Songa.

“Pembacaan sholawat nariyaan, pembacaan barzanjian, manakiban, tahlilan, yasinan, khataman, dan lain sebagainya merupakan tradisi lama yang harus kita pertahankan meskipun harus di badah-bidahkan, atau bahkan dikafir-kafirkan,” tandasnya.

Karena itu, diantara semangat An-Nahdlah Ats-Tsaniyah atau satu abad NU menurut Kiai Riyadi adalah memperkokoh tradisi lama yang diwariskan ulama terdahulu.

"Menyongsong satu abad NU, mari kita perkokoh tradisi lama atau bahkan tradisi yang saat ini jarang kita lakukan. Semisal, apabila kita hendak menanam tembakau, kita sowan terlebih dahulu kepada guru-guru kita. Tidak lantas sepenuhnya pasrah kepada BMKG," pungkasnya.  


Pewarta: Nurusshafi

Editor: Amir  
Dokumen: MWCNU Pasongsongan

Posting Komentar

0 Komentar