BMT NU, Solusi di Tengah Kondisi Perekonomian yang Lesu

 

Manajer BMT NU cabang Pasongsongan bersama Ketua MWCNU Pasongsongan (foto: Atoul)


nuonlinepasongsongan.com - Secara umum, Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan (KSPP) BMT NU lahir sebagai solusi atas kondisi ekonomi masyarakat yang memprihatinkan akibat jeratan praktik rentenir. Hal itu diungkapkan Manager BMT NU Cabang Pasongsongan, Abd Latif, kepada NU Online Pasongsongan seusai acara kumpulan rutin Lailatul Ijtima’ Nahdlatul Ulama (LINU) Ranting NU Panaongan I yang bertempat di rumah Aminullah pada Sabtu (29/01/21) malam. 

 

“Pada tahun 2004 silam, Pengurus MWCNU Gapura sangat gelisah melihat kondisi ekonomi warganya yang memprihatinkan oleh praktik rentenir dengan bunga yang selangit. Kiai Masyudi yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Lembaga Perekonomian (LP) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep akhirnya berinisiatif untuk mendirikan koperasi, sebagaimana yang kita kenal saat ini yaitu KSPP Syariah BMT NU. Butuh kerja keras dan perjuangan yang berdarah-darah untuk membangun BMT NU sebagaimana yang kita lihat saat ini,” jelas Latif.

  

“Bayangkan saja, aset BMT NU yang saat ini sudah mencapai ratusan miliar rupiah, ternyata hanya bermodal 400 ribu rupiah,” tambah alumni Pondok Pesantren Lapang Ambunten, sembari geleng-geleng kepala.

  

Dirinya yang juga masih aktif sebagai Ketua Ranting NU Panaongan I menerangkan bahwa KSPP Syariah BMT NU banyak menorehkan prestasi, baik di tingkat lokal ataupun nasional. Antara lain, Juara I KJKS sebagai kenerja terbaik (2010), SCTV Liputan 6 Award sebagai kategori pemberdayaan ekonomi (2012), MNCTV Pahlawan Untuk Indonesia sebagai kategori penggerak ekonomi rakyat kecil (2013), juara I koperasi berprestasi dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia (2014), KSP award terbaik sebagai ketegori penumbuhan anggota dan asset tercepat dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia (2015), dan juara I PWNU Jatim Award (2019).


“Tentu saja, prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa BMT NU telah diterima dan dipercaya oleh masyarakat sebagai solusi di tengah pergerakan ekonomi yang semakin lesu. Karena itu, saya mewakili Pengurus MWCNU Pasongsongan berharap, jagalah kepercayaan masyarakat. Pertahankanlah BMT NU ini sebagai jasa keuangan yang jujur, amanah dan profesional,” sambung Ketua MWCNU Pasongsongan, Kiai Ahmad Riyadi, yang sejak tadi hanya menyimak. 

“Dalam bekerja, jangan jadikan materi sebagai tolok ukur. Ada nilai lebih yang tak bisa di ukur oleh materi, yaitu pengabdian. Bekerjalah sebagaimana masa awal kerja keras Kiai Masyudi mendidirikan BMT NU. Saya berserta pengurus yang lain juga akan berusaha semaksimal mungki untuk kemajuan BMT NU ke depan,” tambah mantan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember. (Amir)

Posting Komentar

0 Komentar