K. Salehodin Khair: Ranting Menjadi Ujung Tombak Kekuatan NU

NU Online Pasongsongan

Secara kultural, Ranting merupakan ujung tombak dari kekuatan Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Sebagai kekuatan kultural, penguatan Ranting harus menjadi garapan yang serius bagi pengurus di semua tingkatan.

Hal itu diungkapkan K. Shalehoddin Khair ketika menjadi pemateri pada Perkumpulan Lailatu Ijtima Nahdlatul Ulama (LINU) Ranting NU Panaongan I yang berpusat di kediaman Yusuf Sammah, Panaongan, Pasongsongan, Ahad (09/04/21) malam.

“Karena itulah, di setiap khalaqah yang diselenggarakan NU, baik di tingkat PB hingga MWC, penguatan Ranting selalu ditekankan,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketia MWCNU Pasongsongan menyebutkan beberapa kreteria Ranting di anggap kuat.

“Ranting dianggap kuat manakala pengurusnya ada, ada data bes anggotanya, ada kumpulan LINU-nya, ada program sosialnya dan ada Pengurus Anak Ranting (PAR) yang terbentuk di setiap dusun,” paparnya.

Dari, itu, K. Shalehoddin Khair meminta, jika memungkinkan, Pengurus Ranting Panaongan bisa melakukan itu, demi menguatkan NU di Pasongsongan.

Sementara K. Ahmad Riyadi menegaskan bahwa kumpulan LINU Ranting merupakan media komunikasi dan konsolidasi antara warga dan pengurus.

Reporter: Amir 

Editor: Moh. Junaidi 

Foto: Doc MWCNU Pasongsongan



Posting Komentar

0 Komentar