Dengan Memperketat Prokes, Fortuna dan MWCNU di Empat Kewedanan Gelar Burdah Online

NU Online Pasongsongan

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Mulai dari memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pun dilakukan. Namun, kasus Covid-19 justru kian melonjak di pertengahan tahun ini.

Di tengah kondisi yang demikian itu, Fortuna bersama Manjelesi Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di empat kewedanan, yakni Pasongsongan, Ambunten, Rubaru dan Dasuk menggelar pembacaan salawat burdah secara online pada Ahad (11/07/21) malam. Kegiatan dipusatkan di Masjid Jami Al-Islah, Ambunten.

Pembacaan salawat burdah yang dipimpin KH Thaifur Ali Wafa, Turut hadir Habib Abdullah bin Thohir al-Khirit, KH Unais Ali Hisyam, KH Fauzi Hasbullah, KH Silaturahman, dan beberapa perwakilan kiai dari empat kecamatan. 

Sebelum pembacaan burdah dimulai, KH Thaifur Ali Wafa dalam penyampaiannya berharap bahwa dengan pembacaan burdah, Allah Swt. segera mencabut semua musibah yang dihadapi umat, termasuk penyakit yang diakibatkan oleh virus corona.

“Dengan membaca burdah yang diniatkan kepada Rasulullah Saw., semoga musibah, bala, wabah, korona, penyakit, dan lain sebagainya, cepat diangkat oleh Allah Swt. dari kaum muslimin-muslimat. Dan, semoga kita akan diselamatkan oleh Allah Swt. dari segala macam penyakit, musibah, wabah, dan dari segala macam apa yang mengganggu kita. Dan, semoga Allah Swt. memberikan kesehatan kepada kita semua, berokah, dan panjang umur,” harap beliau.

Pada kesempatan tersebut, Pengasuh Popes Assadad itu juga mengijazahi salawat burdah kepada seluruh masyarakat yang mengikuti acara tersebut secara virtual.

Karena alasan protokol kesehatan (prokes), pusat kegiatan tertutup untuk masyarakat umum. Kegitan hanya boleh diikuti melalui online yang diformat dalam siaran langsung lewat media sosial atau live di youtube.

Sementara itu, demi mengantisipasi terjedinya kerumunan di beberpa tempat, panitia juga melibatkan beberapa kepala desa di empat kewedanan tersebut. Sebab, menurut Kang Zainudin yang bertugas sebagai event organizer (EO), pembacaan burdah online ini dianggap sukses manakala dalam pelaksanaannya patuh pada protokol kesehatan (prokes), serta tidak memicu kerumunan di beberapa tempat, masjid dan mushola.

“Dalam hal ini, kami pasrah kepada kepala desa. Sebab, merekalah yang mampu mengendalikan warganya agar sesuai dengan harapan panitia,” tegasnya.

Namun, selama acara berlangsung, tidak satupun Koordinator Kecamatan dan Desa yang melaporkan adanya kerumunan.

“Dalam pemantau kami selama pembacaan burdah berlangsung, Pasongsongan, khususnya di Desa Panaongan, aman dari kerumunan,” tandas Ust Hasan kepada reporter bintangsembilannews.com.

Pasalnya, jauh sebelum hari H, Kaur Desa Panaongan itu telah berkoordinasi secara intensif dengan beberapa kadus di desanya. Bahkan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan beberapa kepala desa se-Pasongsongan.

“Selain karena alasan prokes, ini juga merupakan pakon dari lora-lora Ambunten agar kegiatan tersebut tidak memicu terjadinya kerumanan di beberapa tempat,” terangnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh K Ahmad Riyadi. Menurut Ketua MWCNU Pasongsongan itu, suksesnya acara sesuai harapan panitia juga tidak lepas dari usaha beberapa kepala desa di Pasongsongan.

“Tanpa pengendalian pemerintah desa, mungkin kerumanan saat acara berlangsung tidak akan terhindarkan,” tandasnya.          


Pewarta: Syarif Hidayatullah Fajar

Editor: Ahmad Junaidi
Dokumen: MWCNU Pasongsongan

Posting Komentar

0 Komentar