Ketua NU Pasongsongan Ajak GP Ansor Bergerak dalam Satu Visi dan Misi

NU Online Pasongsongan

Ketua MWCNU Pasongsongan, K Ahmad Riyadi menyebutkan bahwa Gerakan Pemuda (GP) Ansor adala masa depan NU dan NU di masa mendatang.

“Tidak selamanya kami menjadi pengurus NU, termasuk pula Rais Syuriyah yang saat ini hadir di hadapan kita, KH Abd Gaffar. Karena itu, pada saatnya kami harus diganti oleh generasi yang lebih progresif untuk menjalankan organisasi ke depan,” katanya saat menyambut Konferensi Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pasongsongan yang digelar di Pondok Pesantren As Syiddiqi, Panaongan, Pasongsongan, Ahad (29/08/21).

Karena itu, pria yang akrab disapa Kiai Riyadi ajak PAC GP Ansor bersinergi dengan MWC. Apalagi, persoalan yang dihadapi NU di Pasongsongan tidak bisa diselesaikan sendirian oleh pengurus NU.

“MWC harus bersinergi dengan Banom NU yang ada di Pasongsongan, khususnya sahabat GP Ansor. Mari bersinergi dengan MWCNU Pasongsongan,” ajaknya.

Demi terwujudnya sinergitas tersebut, mantan aktivis PMII Jember itu menekankan agar GP Ansor berada dalam satu visi dan misi yang sama, yakni visi dan misi NU.

“Tidak ada visi dan misi lain selain NU. Kita harus satu barisan. Harus satu gerakan. Harus satu kekuatan, yakni kekuatan NU. Diibaratkan satu kelompok barisan, maka tidak boleh ada yang tidak sama langkahnya,” tandasnya.

Bila dalam satu barisan tersebut terdapat langkah yang beda, maka tanggung jawab NU menurut Kiai Riyadi hanya memberi peringatan. Namun, jika dalam peringatan yang ketiga kalinya masih belum diindahkan, maka NU akan mengistirahatkan langkah yang berbeda tersebut.

“Satu kali dikasih peringatan. Dua kali dikasih peringatan. Tiga kali diberi peringatan. Jika tidak bisa, maka diistirahatkan,” tegasnya.

Untuk itu, dalam menjunjung kebesaran NU, komitmen semua pengurus harian NU, lemabaga, dan Banom baginya harus satu barisan meski dalam wadah yang berbeda.

“NU bergerak dalam wilayahnya masing-masing. GP Ansor juga bergerak dalam wilayahnya masing-masing. Namun, dalam rangka menjunjung kebesaran NU, kita harus satu barisan,” tandasnya.

Lebih lanjut, mantan Sekretaris MWC dua periode itu mengingatkan agar GP Ansor Pasongsongan tidak menjadi kelompok elit dan berjarak dari masyarakatnya.

“Pengurus NU, khususnya GP Ansor, manfaatnya harus dirasakan masyarakat. Jangan menjadi kelompok elit di desa atau di kecamatannya masing-masing. PAC GP Ansor harus menjadi garda terdepan perubahan masyarakat di Pasongsongan,” pungkasnya.

Sementara itu, konferensi yang sukses ditempuh melalui musyawarah mufakat, secara aklamasi menetapkan Ra Musyawwikurrahman sebagai nahkoda baru di PAC GP Ansor Pasongsongan Periode 2021-2023.


Pewarta: Totok

Editor: Amir
Dokumen: MWCNU Pasongsongan 

Posting Komentar

0 Komentar